asal usul yoga

Sejarah Yoga

Yoga memiliki sejarah yang kaya sejak lebih dari 5.000 tahun yang lalu, yang berasal dari peradaban Lembah Indus, sebuah wilayah yang sekarang dikenal sebagai Pakistan. Puluhan kota didirikan di sepanjang tanah subur di Sungai Sarasvati, termasuk suku Harappan, sebuah masyarakat matriarkal yang memberikan bukti pertama dari praktik dan filosofi yoga. Meskipun naskah mereka tidak pernah diuraikan, diyakini bahwa mereka mempraktikkan Yama Ahimsa dan Niyama Saucha; dua dari lima Yama dalam filosofi yoga.

Suku Harappan lenyap sekitar tahun 1800 SM, tetapi tidak sebelum bertemu dengan suku Arya yang berbahasa Sansekerta, sebuah suku nomaden yang bermigrasi ke anak benua India dan Lembah Indus.

Weda, buku pertama di dunia, ditulis oleh bangsa Arya, dan berisi kitab suci di mana istilah Yoga pertama kali disebutkan. Selama beberapa generasi, tradisi dan ritual Hindu diwariskan secara lisan sebelum akhirnya dibukukan dalam empat seri buku selama lebih dari seribu tahun. Kata “Veda” berarti pengetahuan atau kebijaksanaan dalam bahasa Sansekerta.

Upanishad adalah lapisan tertulis terakhir dari Weda, yang disusun antara tahun 800 dan 500 SM. Upanishad berarti “duduk dekat,” mengacu pada duduk di kaki seorang guru untuk mendapatkan instruksi spiritual. Ditulis pada saat tatanan agama Veda kuno mulai dipertanyakan, fokus mereka bergeser dari ritual eksternal dan pengorbanan ke pencarian hubungan dengan yang ilahi.

Upanishad mengeksplorasi dan menjelaskan konsep-konsep kunci dari filosofi yoga kuno, termasuk Samsara (reinkarnasi), karma (tindakan), dharma (kewajiban), dan moksha (pembebasan). Yoga adalah salah satu dari enam aliran filosofi Hindu dan dipengaruhi oleh agama Buddha dan Jain.

Poin-poin penting:

  1. Yoga memiliki banyak sekali manfaat, termasuk mengurangi stres dan meningkatkan kekuatan fisik
  2. Yoga berasal dari latihan meditasi dan keunggulan fisik menyusul kemudian
  3. Menjalani gaya hidup yoga berarti mengikuti Yama dan Niyamas
  4. Yoga adalah latihan untuk semua orang dan ada banyak gaya yang berbeda
  5. Tujuan utama dari yoga adalah untuk mencapai keseimbangan dan harmoni antara tubuh, pikiran, dan jiwa

Yoga adalah praktik holistik yang telah ada selama ribuan tahun. Yoga mencakup banyak latihan fisik dan mental dan bertujuan untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Artikel ini memberikan panduan komprehensif tentang sejarah, gaya dan praktik yang terkait dengan yoga dan menunjukkan bagaimana Anda dapat memasukkannya ke dalam hidup Anda dan menikmati banyak manfaatnya.

Daftar isi

Etimologi

Yoga berasal dari akar kata Sansekerta yuj, yang berarti “melekatkan, menyatukan, mengencangkan, kuk.” Yoga adalah sinonim dari “kuk” dalam bahasa Sansekerta dan saat ini lebih sering diterjemahkan sebagai “penyatuan”.

Anda mungkin pernah mendengar yoga digambarkan sebagai penyatuan tubuh, pikiran, dan jiwa, yang merupakan sentuhan modern yang tidak akurat tentang makna yoga yang sebenarnya. Penyatuan ini mengacu pada hubungan dengan yang ilahi atau kesadaran universal. Berbagai latihan yoga dirancang untuk membawa kita menuju penyatuan diri dengan Tuhan.

Baca juga >>> cara menjadi instruktur yoga

Filosofi

Filosofi yoga adalah salah satu dari dualitas, di mana dua realitas hidup berdampingan. Purusha adalah kesadaran murni, dan prakrti adalah realitas fisik, pikiran, dan emosi kita. Purusha adalah saksi dari prakrti, tidak termanifestasi dan tidak berubah. Para yogi percaya bahwa realitas fisik ini ada untuk merealisasikan kesadaran murni, dan latihan ini bertujuan untuk kembali ke kondisi kesadaran murni atau bersatu dengan yang ilahi.

Karma, dharma, dan moksha adalah konsep utama dalam filosofi yoga. Karma mengacu pada hasil dari tindakan kita. Tindakan berasal dari pikiran dan termanifestasi secara eksternal. Oleh karena itu, tindakan mental juga memiliki reaksi yang sama – jejak dalam pikiran yang disebut samskara.

Dharma dapat dipahami sebagai hukum kosmik alam semesta. Kata ini berasal dari akar kata Sansekerta dhr, yang berarti “yang menahan”. Ini adalah gagasan bahwa alam semesta diatur oleh hukum dan aturan untuk mencegah kekacauan.

Pada tingkat individu, dharma berarti jalan yang benar, mengikuti hukum kosmik yang melindungi alam semesta dari kekacauan. Mengikuti dharma kita berarti menjadi sesuai dengan alam semesta atau mengikuti sifat dan panggilan sejati kita. Jalan ini menuntun kita menuju Moksha.

Moksha berarti emansipasi dan kebebasan. Ini adalah pembebasan jiwa dari ikatan Prakriti. Moksha adalah keadaan kesempurnaan di mana pikiran telah mengatasi kemelekatan dan keinginan serta terbebas dari karma. Keadaan kesempurnaan ini adalah tujuan dari latihan. Kita dapat bersatu kembali dengan yang ilahi dengan menyadari ketidakterbatasan dan kesempurnaan kita sendiri. Penyatuan ini adalah arti sebenarnya dari yoga.

Dasar-dasar Yoga

Yoga telah mendapatkan popularitas global dan menarik ribuan praktisi baru setiap tahunnya. Pendekatan modern terutama berpusat pada asana, atau postur, yang melibatkan menahan posisi untuk waktu yang bervariasi.

Awalnya, latihan asana adalah untuk mempersiapkan tubuh untuk meditasi, memberikan kekuatan dan fleksibilitas yang cukup untuk tetap duduk dalam waktu yang lama dalam keheningan. Namun, asana telah berevolusi dari waktu ke waktu untuk meningkatkan kesehatan fisik dan vitalitas.

Yoga mencakup lebih dari sekadar postur fisik dan mencakup teknik-teknik seperti pranayama (kontrol napas), mudra (gerakan dan segel tangan), meditasi, doa, dan nyanyian.

Di masa kini, yoga dipraktikkan secara luas karena manfaatnya dalam mengurangi stres, meningkatkan kedamaian, meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dan mengurangi rasa sakit.

Bagaimana cara kerja yoga sebenarnya?

Kelas yoga modern yang umum dilakukan adalah meditasi singkat, terkadang beberapa teknik pernapasan yoga (pranayama), serangkaian postur yoga fisik, dan diakhiri dengan relaksasi (savasana).

Menggabungkan gerakan yoga, napas, dan relaksasi memiliki manfaat fisik dan membantu mengatur sistem saraf. Latihan ini mendukung siswa untuk sepenuhnya hadir pada saat itu dan mencapai kondisi ketenangan yang mendalam.

Apa manfaat utama dari yoga?

Latihan yoga menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Para praktisi dapat meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, dan kesehatan secara keseluruhan dengan menggabungkan postur tubuh tertentu, teknik pernapasan, dan praktik kesadaran.

Peningkatan kesehatan jantung

Salah satu manfaat fisik dari latihan yoga secara teratur adalah kemampuannya untuk menurunkan detak jantung dan meningkatkan kesehatan jantung. Latihan teratur dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik, yang bertanggung jawab atas respons “melawan atau lari”, dan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatik, yang menurunkan detak jantung dan meningkatkan relaksasi.

Mengurangi nyeri punggung

Yoga juga dapat meringankan nyeri punggung atas dan bawah dengan memperkuat otot-otot yang menopang tulang belakang, meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak, serta mengurangi stres dan ketegangan pada tubuh. Postur tertentu, seperti pose anjing menghadap ke bawah dan pose anak, dapat memperbaiki postur tubuh, mengurangi peradangan, dan meningkatkan aliran darah ke area yang terkena.

Meningkatkan kesehatan mental

Yoga dapat mengurangi stres dan kecemasan dengan meningkatkan relaksasi dan kesadaran untuk kesehatan mental. Teknik pernapasan dan meditasi kesadaran dapat menenangkan pikiran dan mengatur sistem saraf, mengurangi pelepasan hormon stres dan gejala-gejala seperti perubahan suasana hati.

Postur tubuh tertentu, seperti backbends dan inversi, dapat merangsang pelepasan endorfin dan meningkatkan suasana hati serta kesehatan secara keseluruhan.

Pernapasan yang lebih baik

Yoga dapat meningkatkan kapasitas pernapasan dan kesehatan pernapasan dengan menggabungkan teknik pernapasan tertentu. Latihan Pranayama dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, meningkatkan asupan oksigen, dan mengurangi stres dan kecemasan.

Tidur yang lebih baik

Yoga dapat meningkatkan kualitas tidur dengan secara efektif menargetkan pengurangan stres, relaksasi tubuh, dan ketenangan mental. Berbagai postur, seperti membungkuk ke depan dan memutar, melepaskan ketegangan dan mempersiapkan tubuh untuk tidur malam yang nyenyak. Menggabungkan pranayama, serangkaian teknik pernapasan dalam yoga, juga dapat menenangkan sistem saraf dan meningkatkan relaksasi.

Perlu diingat bahwa pose dan latihan pernapasan tertentu dapat menstimulasi sistem saraf dan harus dihindari sebelum tidur untuk mencegah tubuh berenergi.

Selain itu, berlatih yoga dapat meningkatkan produksi hormon melatonin, yang mengatur siklus tidur-bangun dan meningkatkan kualitas tidur yang nyenyak. Kadar melatonin yang cukup sangat penting untuk menjaga pola tidur yang sehat, yang dapat berdampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Nyeri kronis

Tingkat stres yang meningkat meningkatkan sensitivitas reseptor rasa sakit dan persepsi rasa sakit, sehingga menciptakan lebih banyak stres. Yoga dapat membantu mengatasi nyeri kronis dengan mengurangi tingkat stres dan meningkatkan aliran darah ke area yang terkena dengan memperkuat otot dan meningkatkan fleksibilitas.

Postur yoga seperti pose kucing-sapi dan merpati secara efektif melepaskan ketegangan tubuh. Selain itu, berlatih yoga dapat membantu meningkatkan produksi endorfin, zat kimia alami pereda nyeri dalam tubuh.

Manajemen keseimbangan hormon

Selain meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres kronis, latihan yoga secara teratur dapat membantu menyeimbangkan hormon-hormon dalam tubuh. Stres kronis dapat mengganggu sistem endokrin, yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon dengan berbagai gejala fisik dan emosional.

Namun, postur tertentu seperti shoulder stand dan fish pose dapat menstimulasi kelenjar tiroid, yang sangat penting dalam mengatur kadar hormon.

Memasukkan yoga ke dalam rutinitas harian Anda dapat meningkatkan keseimbangan hormon, meningkatkan kualitas tidur, dan merasakan ketenangan dan relaksasi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental Anda dengan berbagai cara.

Yoga: Silsilah, jalur, metode, jenis, tujuan, dan risiko

Yoga melibatkan latihan pikiran dan tubuh. Beberapa gaya menggabungkan postur tubuh, teknik pernapasan, dan meditasi/relaksasi. Latihan yoga menggunakan gerakan dan meditasi untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Selama berabad-abad, yoga telah berkembang menjadi beberapa cabang dengan menggunakan berbagai alat, pendekatan, dan disiplin ilmu.

Empat Jalur Utama Yoga

Karma

Karma Yoga adalah yoga tindakan. Yoga ini menempatkan diri kita untuk melayani orang lain tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan imbalan. Yoga menggarisbawahi bahwa keilahian ada di dalam diri kita masing-masing dan dengan melayani orang lain, kita melayani Tuhan.

Yoga ini menumbuhkan kepasrahan dan pelepasan diri dari hasil tindakan kita. Karma Yoga sesuai dengan sifat yang ramah, mencari hubungan dengan orang lain dan menunjukkan hati yang terbuka.

Seva adalah salah satu konsep utama di jantung Karma Yoga. Tindakan pelayanan tanpa pamrih atau pekerjaan sukarela, dilakukan tanpa mengharapkan keuntungan atau imbalan pribadi. Seva dianggap sebagai cara untuk menumbuhkan belas kasih dan berkontribusi pada kesejahteraan orang lain. Hal ini membantu para praktisi untuk mengatasi ego mereka dan fokus pada kebutuhan orang lain.

Jnana

Jnana Yoga menggunakan akal budi untuk menyelidiki dan terhubung dengan sifat alamiah seseorang yang paling otentik. Yoga membedakan antara apa yang ada dan selubung persepsi, mematahkan ketidaktahuan dan mencari kebenaran tertinggi untuk terhubung dengan realitas tertinggi dari yang ilahi. Jnana Yoga cocok untuk orang yang memiliki sifat ingin tahu.

Raja

Raja Yoga adalah “Jalan Kerajaan” dari yoga. Dianggap sebagai bentuk tertinggi dari yoga, yoga ini menawarkan metode yang komprehensif untuk mengendalikan pikiran dengan melampaui tubuh fisik, prana, dan mental.

Kunci utama dari Raja Yoga adalah meditasi, yang mempersiapkan tubuh dan pikiran untuk latihan ini. Raja Yoga juga dikenal sebagai jalur delapan tungkai yoga, atau Ashtanga Yoga, dan cocok untuk semua orang. Bentuk-bentuk yoga yang lebih modern dikembangkan dari Raja Yoga, termasuk Hatha, Ashtanga, Vinyasa, dll.

Bhakti Yoga

Yoga Bhakti adalah yoga pengabdian. Seseorang dapat mengembangkan hubungan yang mendalam dengan Tuhan dengan mempraktikkan doa dan penyembahan. Bhakti Yoga melibatkan chanting, doa (kirtan) dan ritual, serta menampilkan cinta dan keyakinan tanpa syarat. Gaya ini cocok untuk orang yang memiliki sifat emosional yang mendalam.

Apa saja jenis Yoga yang paling populer?

Hatha

Gaya yang dikenal sebagai Hatha adalah gaya pertama yang memprioritaskan aspek fisik dari latihan yoga melalui Asana atau postur yoga. Hatha berarti “kekuatan”, dan bertujuan untuk melestarikan, memanfaatkan, dan memperluas vitalitas seseorang. Gaya ini menggabungkan berbagai teknik yoga, termasuk Mudra atau segel, dan pranayama, yang merupakan latihan pernapasan, untuk meningkatkan pemurnian fisik dan kesehatan secara keseluruhan sebagai fondasi untuk pengembangan spiritual.

Saat ini, Hatha sering dikaitkan dengan yoga fisik atau latihan yoga, dengan penekanan khusus pada postur tubuh.

Postur tubuh dilakukan selama beberapa kali tarikan napas dengan latihan yang meliputi pose berdiri dan duduk, peregangan yoga terlentang, dan savasana. Sebagian besar kelas Hatha juga menyertakan pranayama di awal dan akhir.

Hatha Yoga telah mempengaruhi banyak gaya yoga fisik lainnya yang dipraktikkan saat ini.

Vinyasa

Krishnamacharya menciptakan Vinyasa Yoga pada tahun 1940-an sebagai latihan atau olahraga yoga fisik. Gaya ini melibatkan urutan postur yoga yang terhubung melalui transisi dan napas dalam gerakan. Istilah Vinyasa dalam bahasa Sansekerta diterjemahkan menjadi “menempatkan dengan cara tertentu,” mengacu pada urutan pose yoga.

Mengikuti ajaran Krishnamacharya, urutan yoga disesuaikan dengan siswa yoga. Kelas Vinyasa Yoga biasanya merupakan latihan yoga aktif, yang sering kali dibangun di sekitar tema dan menggunakan nafas dan transisi untuk menciptakan aliran.

Ashtanga

Ashtanga Yoga dikreditkan kepada Pattabhi Jois, seorang murid dari Krishnamacharya. Tidak seperti yoga Vinyasa, di mana urutannya diadaptasi dan dimodifikasi mengikuti kreativitas guru yoga, Ashtanga Yoga melibatkan urutan tetap postur yoga yang biasanya dilakukan selama lima kali tarikan napas. Mereka saling terkait dengan transisi Vinyasa, berdasarkan urutan yoga Penghormatan Matahari.

Kelas-kelas Ashtanga biasanya mengajarkan Seri Utama, urutan yoga yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan fisik.

Ashtanga dipraktekkan dalam dua gaya yang berbeda: Dengan gaya Mysore dan, sebagai alternatif, dengan gaya yang lebih dipimpin oleh guru. Dalam kelas Mysore, siswa harus menguasai postur tubuh sebelum melangkah lebih jauh dalam urutan tersebut.

Oleh karena itu, para praktisi berlatih dengan kecepatan mereka sendiri pada bagian urutan yang sesuai dengan kemajuan mereka, dengan pengawasan dan bantuan guru. Sebaliknya, di kelas-kelas yang dipimpin oleh Ashtanga Yoga, seorang guru memandu kelompok siswa yoga melalui seluruh urutan.

Kundalini

Kundalini Yoga adalah sebuah aliran yang dipengaruhi oleh aliran Shaktisme dan Tantra dalam agama Hindu. Yoga ini bertujuan untuk membangkitkan energi kundalini melalui latihan mantra, tantra, yantra, yoga, atau meditasi.

Sebagai “yoga kesadaran”, tujuan filosofis dari Kundalini adalah untuk membangkitkan kesadaran diri kita yang lebih tinggi. Sebuah kelas Kundalini menggabungkan latihan spiritual dan fisik, menggabungkan gerakan, teknik pernapasan yoga yang dinamis, meditasi, dan pengucapan mantra.

Iyengar

Dinamakan sesuai dengan nama B.K.S Iyengar, pendirinya, Iyengar Yoga adalah sebuah bentuk Hatha yang menekankan pada detail, ketepatan, dan keselarasan dalam asana dan pranayama. Pose-pose dalam kelas Iyengar Yoga dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan sering kali dimodifikasi dengan alat peraga untuk mencapai keselarasan yang optimal pada tulang belakang dan tubuh.

Setiap kelas hanya mencakup beberapa asana yang dilakukan di bawah instruksi yang ketat dari guru. Kekuatan, mobilitas, stabilitas, dan semangat diperoleh melalui latihan.

Tantra

Meskipun berasal dari periode Weda, Tantra Yoga masih memiliki banyak penggemar di dunia saat ini. Kata tantra diterjemahkan menjadi “teknik,” yang berarti keterampilan atau kerajinan. Yoga Tantra adalah menenun bersama banyak praktik yoga, gaya spiritual lainnya, dan ajaran untuk terhubung dengan orang lain dan alam semesta.

Tantra adalah latihan yoga yang menerima semua: feminin dan maskulin, cahaya dan bayangan. Fokusnya adalah pada tubuh dan berbagai macam modalitas yang bertujuan untuk koneksi: Hubungan antara tubuh dan aspek-aspek lain dari dunia dan kosmos dicapai melalui latihan Yoga Tantra.

Tantra dapat meningkatkan kondisi kesehatan secara umum dan meningkatkan tingkat energi melalui olah tubuh dan olah napas.

Berbagai Format Latihan Yoga

Sivananda

Sivananda Yoga adalah bentuk hatha yoga tradisional yang didirikan oleh Swami Vishnudevananda berdasarkan ajaran guru tercintanya, Swami Sivananda.

Kelas yoga Sivananda mencakup 12 postur dasar yang dilakukan untuk meniru evolusi dari kelahiran hingga kematian. Kelas ini juga mengikuti lima poin yoga: Gerakan / Latihan (Asana), Pernapasan (Pranayama), Relaksasi (Savasana), Pola makan yang tepat (Sattva), Berpikir positif, dan meditasi (Vedanta & Dhyana). Sivananda dikatakan dapat meningkatkan kesehatan endokrin.

Jivamukti Yoga

Jivamukti Yoga adalah gaya modern yang melibatkan yoga fisik aktif dan transisi antar postur, mirip dengan latihan yoga Vinyasa. Yoga Jivamukti juga menekankan integrasi postur fisik dengan ajaran spiritual, nyanyian dan musik. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan kasih sayang terhadap semua makhluk.

Yin

Yin Yoga diciptakan oleh ahli seni bela diri dan guru yoga Tao Paulie Zink, yang menggabungkan ajaran Hatha Yoga dengan prinsip-prinsip Pengobatan Tradisional Tiongkok dan energi Qi. Gaya yoga ini biasanya melibatkan serangkaian pose lantai yang dilakukan selama tiga hingga lima menit.

Pose-pose ini bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi dan meningkatkan fleksibilitas dengan meregangkan dan melatih sendi dan jaringan ikat.

Menahan pose lebih lama akan memfasilitasi kondisi meditasi dan mendorong para praktisi untuk menjadi lebih sadar akan tubuh dan napas mereka. Yin telah mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir karena melengkapi dan menyeimbangkan gaya yoga yang lebih aktif dan berotot.

Daya

Power Yoga mengacu pada segala bentuk latihan fisik yang kuat atau latihan yang menekankan pada kekuatan inti. Kelas power yoga sering kali mirip dengan latihan Vinyasa Yoga, dengan postur yang ditahan lebih lama untuk membangun kekuatan otot.

Restoratif

Yoga Restoratif adalah praktik terapi lembut yang berfokus pada relaksasi dan peregangan untuk membuka tubuh dengan lembut. Alat peraga digunakan untuk menopang tubuh di setiap posisi dan memungkinkan otot-otot untuk melepaskan dan rileks sambil menahan pose selama beberapa menit.

Sementara Yin Yoga dapat mendorong sedikit ketidaknyamanan untuk pembukaan yang lebih besar, Restorative Yoga memprioritaskan kenyamanan dan relaksasi di setiap postur, mempromosikan kemudahan dan ketenangan. Latihan ini dapat membantu mengurangi stres dan mendorong peremajaan fisik dan mental dengan memperlambat tubuh dan pikiran.

Yoga Prenatal

Prenatal Yoga adalah latihan khusus yang meningkatkan kesehatan fisik dan mental selama kehamilan.

Kelas yoga prenatal bertujuan untuk membangun kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan sambil meningkatkan ketenangan untuk mendukung kehamilan dan mempersiapkan tubuh untuk persalinan. Postur yoga dan latihan pernapasan dipilih dan disesuaikan dengan gejala dan kebutuhan khusus setiap trimester kehamilan.

Aerial Yoga

Aerial Yoga adalah latihan yoga fisik modern yang menggunakan tempat tidur gantung berbahan lembut untuk menopang tubuh dalam berbagai postur yoga, termasuk berbagai gerakan inversi. Menggunakan tempat tidur gantung memungkinkan kemudahan gerakan, fleksibilitas, dan penyangga yang lebih baik sambil memberikan elemen yang menyenangkan dan menyenangkan untuk latihan.

Yoga Panas

Hot Yoga dilakukan di ruangan berpemanas, biasanya sekitar 35-40 derajat Celcius (95-105 derajat Fahrenheit). Latihan ini menggunakan panas dengan postur yoga fisik yang dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan sambil mempromosikan detoksifikasi dan relaksasi.

Panasnya dipercaya dapat membantu tubuh mengeluarkan racun melalui keringat dan meningkatkan aliran darah serta oksigenasi ke otot.

Yoga panas dulunya dikenal sebagai Bikram Yoga, di mana serangkaian 26 pose dipraktikkan dalam suhu di atas 30 derajat. Namun, seiring berjalannya waktu, yoga ini telah bertransisi dari gaya ini dan sekarang menggabungkan aliran seperti power dan vinyasa.

Acro Yoga

Acro Yoga adalah gaya yoga dinamis yang menggabungkan akrobatik, yoga, dan pijat Thai. Yoga ini melibatkan dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk melakukan serangkaian postur akrobatik yang membutuhkan kekuatan, keseimbangan, dan kepercayaan.

Latihan ini menggabungkan yoga berpasangan dan terbang, yang melibatkan satu pasangan untuk mendukung pasangannya dalam berbagai pose dan transisi. Ini adalah gaya yang mempromosikan kepercayaan dan hubungan antara pasangan.

Rocket Yoga

Rocket Yoga adalah gaya dinamis dan cepat yang mendapat pengaruh dari yoga Ashtanga Vinyasa.

Latihan ini mencakup serangkaian postur menantang yang diatur dalam urutan yoga yang merupakan variasi dari seri Yoga Ashtanga tradisional. Dibandingkan dengan latihan Ashtanga Yoga yang tetap, Rocket Yoga memungkinkan para praktisi untuk mengeksplorasi dan bermain dengan latihan yoga mereka.

Buti

Buti Yoga adalah gaya modern yang menggabungkan postur dinamis dengan gerakan kardio, tarian suku, dan plyometrik. Latihan ini bertujuan untuk membangun kekuatan, mengencangkan tubuh, dan mendorong pemberdayaan. Buti yoga menggabungkan elemen-elemen yoga tradisional, serta tarian Afrika dan Latin, dan sering kali diiringi dengan musik yang upbeat.

Viniyoga

Viniyoga adalah gaya terapi yoga yang menekankan pada kebutuhan individu praktisi daripada serangkaian postur atau urutan yang tetap.

Latihan ini melibatkan adaptasi postur yoga, teknik pernapasan, dan praktik meditasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan unik setiap siswa atau untuk mengatasi masalah fisik atau emosional tertentu. Viniyoga biasanya diajarkan di kelas-kelas yoga yang kecil dan personal dengan perhatian khusus dari guru.

Kripalu

Kripalu Yoga adalah gaya yoga yang lembut dan reflektif yang menekankan pada kesadaran, penerimaan diri, dan welas asih dalam postur yoga, latihan pernapasan, dan meditasi. Latihan Kripalu Yoga mendorong para siswa untuk mendengarkan tubuh mereka, menghormati kebutuhan mereka, dan menekankan pada sikap tidak menghakimi dan perawatan diri.

Yoga wajah

Face Yoga adalah latihan alami dan non-invasif yang melibatkan latihan dan teknik pemijatan yang dirancang untuk mengencangkan dan memperkuat otot-otot wajah, mengurangi ketegangan dan stres, serta meningkatkan sirkulasi dan kesehatan kulit.

Latihan ini dapat menargetkan area tertentu pada wajah, seperti dahi, pipi, dan garis rahang, dan dapat membantu mengurangi keriput, garis-garis halus, dan kulit kendur. Yoga wajah juga mencakup latihan pernapasan dan latihan kesadaran yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi.

Tujuan Yoga

Yoga modern hadir dalam berbagai bentuk dan rupa, namun tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu penemuan jati diri. Melalui berbagai alat yang berbeda, yoga membantu menenangkan pikiran dan memungkinkan kita untuk mengamati peristiwa-peristiwa dalam hidup kita tanpa kemelekatan, yang mengarah pada kebebasan dari siklus kelahiran dan kematian.

Dengan berlatih yoga, kita mendapatkan kejelasan tentang diri kita sendiri dan belajar lebih banyak tentang identitas kita. Yoga juga memandu kita untuk memahami pikiran dan emosi kita, memungkinkan kita untuk mengubah apa yang tidak lagi bermanfaat bagi kita. Yoga pada akhirnya dapat membantu kita menjalani kehidupan yang lebih baik, memberikan lebih banyak kegembiraan, kebebasan, dan kesehatan fisik, emosional, dan mental yang lebih baik.

Apa saja risiko yoga?

Meskipun yoga secara umum dianggap sebagai latihan yang aman, yoga tetap memiliki risiko. Gerakan yang berulang-ulang dan keselarasan tubuh yang tidak tepat dalam pose yoga dapat membuat sendi-sendi tertekan dan menyebabkan cedera mulai dari robekan dan keseleo hingga kondisi inflamasi dan patah tulang.

Untuk mencegah cedera yoga, seseorang harus berlatih di bawah bimbingan seorang guru yang berpengalaman. Penting juga untuk menyesuaikan latihan Anda sendiri dengan kebutuhan dan keterbatasan tubuh Anda, seperti kondisi medis, cedera di masa lalu, dan rentang gerak.

Yoga untuk semua orang

Dengan banyak gaya dan pendekatan, yoga benar-benar merupakan latihan untuk semua orang. Anda dapat mulai bereksperimen dengan kombinasi latihan yoga fisik atau memilih pendekatan yang lebih meditatif.

Kombinasi ini telah memikat para guru yoga di seluruh dunia selama ratusan tahun dan terus berlanjut. Jangan merasa terganggu dengan terminologi yoga, kelas-kelas mewah, dan pose-pose yang sulit. Yoga adalah untuk semua orang, dan kita tidak harus masuk ke dalam cetakan tertentu untuk mendapatkan manfaatnya.

Latihan yoga yang tepat

Pemula

Kelas Yoga yang ditargetkan untuk pemula mencakup postur yoga dasar dan menekankan keselarasan yang aman. Jika Anda ingin memulai latihan yoga, ini adalah tempat yang tepat untuk memulai agar Anda dapat membangun fondasi yang kuat yang jarang tercakup dalam kelas-kelas yang ditawarkan kepada masyarakat umum.

Anak-anak

Yoga anak-anak menggunakan metode bercerita dan bermain untuk mempromosikan latihan fisik, kesadaran, dan pengaturan emosi untuk anak-anak. Kelas biasanya diatur berdasarkan kelompok usia, dari balita hingga remaja.

Senior

Yoga untuk manula berfokus pada mempertahankan atau meningkatkan mobilitas, stabilitas, dan ketajaman mental untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Yoga kursi adalah gaya yang sangat baik untuk manula atau orang yang memiliki kekuatan atau mobilitas yang lebih rendah, karena memungkinkan gerakan dan postur yoga dengan cara yang didukung penuh, mengurangi tekanan pada sendi atau tuntutan pada otot.

Disabilitas

Orang dengan mobilitas yang terbatas dapat memperoleh manfaat dari latihan karena dapat meningkatkan mobilitas tubuh dan kesehatan mental. Beberapa gerakan yoga, latihan pernapasan yoga, dan meditasi adalah latihan yoga yang dapat dilakukan di kursi roda.

Kehamilan

Yoga selama kehamilan harus disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam tubuh. Kelas Prenatal Yoga adalah kelas yoga khusus yang meningkatkan kesehatan dan mempersiapkan ibu untuk persalinan.

Pemulihan kecanduan

Gaya yoga yang mendorong kesadaran dan pelepasan stres dapat sangat mendukung pemulihan kecanduan. Carilah gaya yoga yang bergerak lebih lambat dan menggabungkan napas dan gerakan.

8 anggota tubuh yoga

Menurut Yoga Sutra Patanjali, teks yoga yang paling banyak dipelajari dan fondasi dari jalan Raja Yoga, jalan menuju pembebasan ada delapan, yang dikenal sebagai Sistem Yoga Ashtanga (ashthu = delapan, anga = anggota tubuh).

Patanjali mendefinisikan latihan ini sebagai mengurangi gejolak pikiran atau penderitaan. Dalam hal ini, delapan anggota tubuh bertindak sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan memiliki tujuan. Mereka berfungsi sebagai resep untuk perilaku moral dan etika serta disiplin diri, perhatian penuh terhadap kesehatan seseorang, dan membantu kita untuk mengakui spiritualitas dari sifat alami kita.

Yamas, Lima Prinsip Universal Perilaku yang Benar

Kelima Yama mencakup standar etika dan integritas seseorang, mengarahkan perhatian pada perilaku dan bagaimana seseorang memperlakukan orang lain dan lingkungannya. Standar-standar etika ini mengingatkan kita akan hubungan antara tindakan kita dan dampaknya terhadap hubungan kita dengan dunia dan diri kita sendiri.

1.Ahimsa: Non-Kekerasan

Nirkekerasan adalah praktik menghindari menyakiti diri sendiri, orang lain, dan semua makhluk hidup, termasuk hewan dan lingkungan. Ahimsa berakar pada keyakinan bahwa semua kehidupan itu suci dan saling terhubung. Praktik Ahimsa melampaui bahaya fisik dan termasuk menghindari pikiran, ucapan, dan tindakan yang berbahaya.

2. Satya: Kejujuran

Kejujuran adalah berpikir dan berkata jujur. Hal ini melibatkan kejujuran terhadap orang lain dan juga terhadap diri kita sendiri, menerima dan menerima apa adanya tanpa prasangka.

3. Asteya: Tidak Mencuri

Tidak mencuri berarti tidak mengambil apa yang bukan milik kita, baik itu materi maupun non-materi. Asteya mengundang seseorang untuk berpikir untuk dirinya sendiri, untuk mempercayai ide dan jati dirinya. Dengan kata lain, ini adalah memiliki anugerah untuk tidak menginginkan apa yang belum kita miliki.

4. Brahmacharya: Kontinensia

Kontinuitas berarti melindungi dan menyalurkan energi kita dengan menghindari kesenangan yang berlebihan. Yama ini terkadang ditafsirkan sebagai pantangan seksual. Yoga tidak memaksakan kesucian tetapi mengajak untuk mengendalikan perhatian dan pengeluaran energi.

5. Aparigraha: Tidak Adanya Keserakahan, Tidak Memiliki

Tidak memiliki adalah mengadopsi sikap melepaskan diri dari hal-hal, pikiran, dan emosi untuk menghindari menumpuk lebih dari yang diperlukan. Apa yang kita miliki dan identifikasikan dengan diri kita sendiri menjadi penghalang, sebuah beban yang menghalangi kita untuk maju. Aparigraha adalah melepaskan apa yang tidak kita butuhkan.

Niyamas: Lima Observasi Spiritual dan Disiplin dari Yoga

Niyama, anggota tubuh kedua, berhubungan dengan hubungan kita dengan diri kita sendiri. Kelima niyamas menawarkan kerangka kerja untuk disiplin diri dan ketaatan spiritual, mengingatkan kita akan pentingnya tindakan dan pikiran kita.

1. Saucha: Kebersihan

Kebersihan berarti menjaga kemurnian tubuh, pikiran, dan lingkungan. Tanpa kemurnian ini, pikiran menjadi terganggu.

2. Santosha: Kepuasan

Kepuasan berarti menerima dan menghargai apa yang ada tanpa merasa kurang. Santosha adalah panggilan untuk kerendahan hati, menghargai siapa diri kita dan apa yang diberikan oleh kehidupan kepada kita. Lebih jauh dari sekadar penerimaan, Santosha adalah mengambil sukacita dalam penerimaan ini.

3.Tapas: Penghematan

Tapas berasal dari kata kerja Sansekerta ‘tap’, yang berarti “membakar” dan membangkitkan rasa disiplin diri yang kuat. Pertapaan berarti memupuk semangat dan keberanian untuk membakar kotoran fisik, mental, dan emosional.

4. Svadhyaya: Belajar mandiri, mempelajari kitab suci

Dengan mempelajari diri sendiri, seseorang akan menemukan yang ilahi. Svadhyaya melibatkan mempelajari kebijaksanaan dari kitab suci dan bagaimana kitab suci tersebut membimbing kita untuk menemukan hal yang ilahi di dalam diri kita sendiri.

5. Isvara Pranidhana: Berserah diri kepada yang ilahi

Istilah ‘Isvara Pranidhana’ terdiri dari dua kata; Isvara, yang diterjemahkan sebagai “Makhluk Tertinggi” atau “Tuhan”, dan Pranidhana, yang berarti “memperbaiki”. Ini berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada yang ilahi, atau dengan kata lain, memiliki keyakinan. Hal ini didukung oleh yama dan niyamas sebelumnya, di mana kita menerima tanpa syarat apa adanya dan membiarkan kepercayaan kita cukup untuk membiarkan diri kita yang sejati bersinar.

Asana

Berasal dari akar kata as, yang berarti “duduk”, asana mengacu pada persiapan tubuh untuk meditasi. Seseorang tidak dapat membawa pikiran menuju kedamaian jika ada penderitaan fisik. Asana, atau postur yoga, memungkinkan tubuh menjadi kuat dan fleksibel untuk menopang meditasi selama berjam-jam. Dengan Hatha Yoga, latihan fisik asana menjadi lebih penting dalam pengejaran spiritual.

Pranayama

Istilah Prana mengacu pada “energi vital” atau “sumber kehidupan”. Istilah ini menggambarkan esensi yang ada di dalam segala sesuatu. Prana juga disebut sebagai nafas. Kata Yama berarti “menahan”; oleh karena itu, kata Pranayama dapat dipahami sebagai “mengendalikan nafas.” Dengan teknik pernapasan yang berbeda, kita dapat mempengaruhi energi vital kita untuk menyegarkan atau merilekskan dan mengubah kondisi sistem saraf.

Pratyahara

Pratyahara (pratya = menarik diri, dan ahara = apa yang kita serap) adalah melepaskan diri dari pengalaman indrawi, berpaling ke dalam. Untuk melakukannya, kita mengarahkan perhatian kita ke dalam diri kita sendiri, tidak memberi makna pada indera atau tidak teralihkan dari lingkungan eksternal kita.

Dharana

Dharana berarti konsentrasi yang terfokus. Dhar berarti “memegang atau mempertahankan”, dan Ana berarti “lain” atau “sesuatu yang lain”. Konsentrasi menggunakan satu titik pikiran untuk membawa fokus dan mempersiapkan diri untuk meditasi.

Dhyana

Dhyana yoga pose

Dhyana adalah meditasi ketika pikiran menjadi sepenuhnya terserap. Meskipun konsentrasi (dharana) dan meditasi (dhyana) mungkin terlihat serupa, namun ada garis perbedaan yang tipis antara kedua tahap ini. Ketika dharana mempraktikkan perhatian yang terpusat pada satu titik, dhyana pada akhirnya adalah keadaan di mana seseorang menjadi satu dengan objek meditasi.

Samadhi

Samadhi terbuat dari kata sama, “genap”, dan dhi, “intelek”: suatu keadaan keseimbangan total dari pikiran. Patanjali menggambarkan anggota tubuh kedelapan dan terakhir ini sebagai suatu keadaan ekstase, suatu keadaan kebahagiaan.

Ini adalah kemampuan untuk “melihat secara seimbang” dan tanpa gangguan dari pikiran, tanpa pengalaman kita dikondisikan oleh rasa suka, tidak suka, emosi, pikiran, atau kebiasaan. Di sana, ego tidak ada lagi, dan seseorang menyadari hubungan yang mendalam dengan Yang Ilahi dan keterkaitan dengan semua makhluk hidup.

18 Pose Yoga Penting untuk Pemula

Banyaknya pose dan nama-nama Sansekerta yang ada dapat membuat banyak penggemar yoga baru kewalahan. Namun, penting untuk diingat bahwa yoga tidak harus rumit. Selain itu, perlu diingat bahwa yoga adalah sebuah perjalanan seumur hidup.

Banyak pose dasar yoga yang mungkin sudah terasa familiar karena bentuk dan fleksibilitas alami tubuh. Mulailah perjalanan yoga Anda dengan postur sederhana dan teknik pernapasan yang penuh kesadaran. Jangan terlalu rumit.

Pose Gunung (Tadasana)

Mountain Pose, atau Tadasana, adalah postur yoga dasar yang mewakili posisi berdiri. Pose ini sering digunakan sebagai titik awal untuk banyak pose dan urutan yoga lainnya.

Untuk melakukan Pose Gunung, mulailah dengan berdiri tegak dengan kaki sejajar, selebar pinggul. Tumpu ke bawah melalui telapak kaki Anda, distribusikan berat badan Anda secara merata di keempat sudut setiap kaki. Libatkan otot-otot kaki Anda, angkat tempurung lutut dan tarik paha ke arah pinggul.

Panjangkan tulang belakang Anda dan raihlah puncak kepala Anda ke arah langit. Rilekskan bahu Anda dan rentangkan lengan Anda ke arah lantai atau tanah, dengan telapak tangan menghadap ke depan.

Pertahankan panggul yang netral dan pertahankan otot perut Anda, tarik dengan lembut ke arah tulang belakang. Lembutkan pandangan Anda dan tarik napas dalam-dalam, tetap dalam pose selama beberapa tarikan napas atau lebih lama, tergantung pada latihan.

Hormat ke atas (Urdhva Hastasana)

Urdhva Hastasana, juga dikenal sebagai Upward Salute, adalah postur yoga tingkat pemula yang melibatkan peregangan seluruh tubuh dengan membungkukkan punggung secara lembut dari Tadasana.

Dari Mountain pose, tarik napas dalam-dalam dan angkat tangan Anda ke atas kepala, raihlah ke arah langit. Jalin jari-jari Anda dengan telapak tangan menghadap ke atas, atau jaga agar telapak tangan saling berhadapan dengan lengan selebar bahu.

Saat Anda melakukan peregangan, angkat pandangan Anda ke arah ibu jari atau ruang di antara kedua tangan Anda. Jaga agar bahu Anda tetap rileks dan menjauh dari telinga Anda, memanjangkan tulang belakang Anda. Untuk melepaskan pose, buang napas dan turunkan lengan Anda kembali ke sisi tubuh, kembali ke Tadasana.

Anjing yang menghadap ke bawah (Adho Mukha Svanasana)

Downward-Facing Dog adalah postur dasar yang sering digunakan dalam banyak urutan yoga. Mulailah dengan tangan dan lutut dengan pergelangan tangan di bawah bahu dan lutut di bawah pinggul.

Rentangkan jari-jari Anda lebar-lebar, tekan dengan kuat melalui telapak tangan dan ujung jari untuk mengurangi tekanan pada pergelangan tangan. Saat Anda menghembuskan napas, angkat lutut dari lantai dan luruskan lengan Anda, tekan pinggul Anda ke atas dan ke belakang ke arah langit-langit. Tubuh Anda seharusnya membentuk huruf V terbalik.

Panjangkan tulang belakang Anda, raih tulang ekor ke arah langit-langit, dan jaga agar kepala dan leher Anda tetap rileks.

Tekan tumit Anda ke tanah dan luruskan lutut Anda semaksimal mungkin. Jika paha belakang Anda tegang, pertahankan sedikit tekukan pada lutut Anda.

Tarik tulang belikat Anda ke bawah ke arah pinggang dan lebarkan tulang selangka Anda, biarkan jantung Anda meleleh ke arah tanah.

Peregangan Kucing-Sapi (Chakravakasana)

Cat-Cow Stretch (Chakravakasana)

Peregangan Kucing-Sapi adalah aliran yoga lembut yang melibatkan gerakan tulang belakang melalui dua gerakan yang berlawanan, Kucing dan Sapi. Mulailah dengan posisi merangkak dengan pergelangan tangan di bawah bahu dan lutut di bawah pinggul.

Tarik napas dan lengkungkan punggung Anda dengan lembut, jatuhkan perut Anda ke tanah, angkat kepala, dan miringkan panggul ke depan. Ini adalah Pose Sapi. Untuk Kucing, saat Anda menghembuskan napas, tarik tulang ekor ke bawah, putar tulang belakang ke arah langit-langit, dan selipkan dagu ke dada.

Bergeraklah secara perlahan dan halus di antara kedua pose tersebut, selaraskan napas Anda dengan gerakan Anda. Tarik napas untuk masuk ke posisi Sapi dan hembuskan napas untuk berpindah ke posisi Kucing.

Berdiri Membungkuk ke Depan (Uttanasana)

Uttanasana adalah postur yoga yang melibatkan membungkuk ke depan dari posisi berdiri. Anda mulai dengan Tadasana, berdiri dengan kaki selebar pinggul dan lengan di samping tubuh.

Tarik napas dan angkat lengan ke atas kepala, hembuskan napas, dan lipat ke depan dari pinggul, bawa tangan Anda ke tanah. Jika Anda tidak dapat mencapai tanah, Anda dapat meletakkan tangan Anda di atas balok, kursi, atau tulang kering Anda. Jaga kaki Anda selurus mungkin tetapi tidak terkunci, dan gunakan paha depan untuk menopang lutut Anda.

Rilekskan leher dan bahu Anda, biarkan kepala Anda menggantung berat ke tanah. Tetaplah dalam pose ini selama beberapa kali tarikan napas, panjangkan tulang belakang Anda setiap kali menarik napas dan lepaskan ketegangan setiap kali menghembuskan napas.

Uttanasana membantu meregangkan paha belakang, betis, dan tulang belakang sekaligus menenangkan tubuh dan pikiran, serta mengurangi stres dan kecemasan. Gerakan ini dapat digunakan sebagai pemanasan lembut sebelum melakukan postur yoga yang lebih menantang atau sebagai pose untuk melepaskan ketegangan dalam tubuh setelah hari yang panjang.

Setengah membungkuk ke depan (Ardha Uttanasana)

Ardha Uttanasana adalah postur yang sering dilakukan sebagai pose transisi antara postur berdiri lainnya. Mulailah dengan Tadasana, tarik napas, dan angkat tangan Anda ke atas kepala, raihlah ke arah langit.

Lipat ke depan dari pinggul Anda, bawa tangan Anda ke arah tanah. Tarik napas dan angkat tubuh Anda setengah ke atas, masuk ke Ardha Uttanasana. Punggung Anda harus sejajar dengan tanah, dan tangan Anda dapat bertumpu pada tulang kering.

Dengan leher yang panjang dan pandangan sedikit ke depan, buatlah jarak antara puncak kepala dan tulang ekor. Kaki Anda harus lurus tetapi tidak terkunci. Untuk melepaskannya, buang napas dan lipat ke depan lagi, kembali ke posisi semula. Kemudian tarik napas dan angkat lengan Anda kembali ke atas kepala, kembali ke Tadasana.

Pose Segitiga (Utthita Trikonasana)

Triangle Pose, atau Trikonasana, adalah postur yoga yang melibatkan berdiri dengan kaki terbuka lebar sambil meregangkan tubuh bagian samping.

Untuk meregangkan sisi kiri Anda: Mulailah dengan Tadasana dan langkahkan kaki kiri Anda ke belakang sekitar tiga kaki (posisi yang lebih pendek dari Warrior II). Putar kaki keluar 90 derajat sehingga jari-jari kaki Anda mengarah ke sisi matras. Tarik napas dan angkat lengan setinggi bahu, dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Buang napas dan jangkau lengan kanan ke depan sejauh mungkin untuk menciptakan ruang, bergantung pada pinggul kanan dan jaga agar pinggul kiri tetap menghadap ke matras samping.

Jika Anda tidak dapat menjangkau lebih jauh, letakkan tangan kanan Anda di tulang kering, pergelangan kaki, atau balok jika perlu, dan rentangkan lengan kiri Anda lurus ke atas ke arah langit-langit.

Jaga kedua kaki tetap lurus dan kuat, libatkan paha depan untuk menopang lutut Anda. Angkat pandangan Anda ke arah tangan kiri atau ke bawah ke arah tanah untuk stabilitas dan kemudahan pada leher.

Untuk melepaskan pose, tarik napas dan kembali berdiri dengan lengan setinggi bahu. Langkahkan kaki kiri Anda ke depan dan ulangi pose di sisi lain, tergantung pada latihannya.

Pose Karangan Bunga (Malasana)

Pose karangan bunga, atau yogi squat, adalah postur yang membuka pinggul dan memperkuat dasar panggul. Dari Tadasana, dengan kaki Anda terbuka selebar pinggul, putar kedua kaki ke arah luar menuju sudut matras.

Buang napas dan tekuk lutut Anda untuk berjongkok, dekatkan tumit Anda sedekat mungkin dengan lantai. Tekan siku ke lutut, dan satukan kedua telapak tangan Anda di pusat jantung, menciptakan tekanan ringan di antara kaki dan lengan.

Panjangkan tulang belakang Anda, jaga agar dada tetap terangkat dan bahu tetap rileks. Libatkan kaki dengan kuat dengan menekannya ke matras. Fokuslah untuk memperdalam peregangan di pinggul dan paha Anda dengan setiap hembusan napas.

Anda dapat memvariasikan posisi tangan dan lengan Anda dalam Malasana, seperti menjulurkan tangan ke depan dan meletakkan tangan Anda di lantai atau menggunakan siku untuk menekan paha bagian dalam untuk peregangan yang lebih dalam. Untuk melepaskan pose, tarik napas dan luruskan kaki Anda, kembali ke Tadasana.

Sudut samping yang diperpanjang (Utthita Parvakonasana)

Utthita Parvakonasana, juga dikenal sebagai Extended Side Angle Pose, adalah postur lain yang melatih tubuh bagian samping.

Untuk meregangkan sisi kanan, langkahkan kaki kanan ke belakang beberapa kaki, sehingga sejajar dengan tepi pendek matras. Arahkan kaki kiri ke depan dan tekuk lutut hingga paha Anda sejajar dengan lantai. Tarik napas dan angkat lengan setinggi bahu, dengan telapak tangan menghadap ke bawah.

Buang napas dan rentangkan tubuh Anda ke kiri, turunkan siku kiri untuk bertumpu pada paha. Regangkan lengan kanan di atas kepala, buat garis panjang dari ujung jari dan kaki belakang. Jaga agar kaki kanan tetap lurus dan kuat, tekan dengan kuat ke tanah melalui tepi luar kaki kiri Anda.

Libatkan otot inti Anda untuk menjaga stabilitas dalam pose, dan panjangkan tulang belakang Anda dengan setiap tarikan napas. Untuk melepaskan pose, tarik napas dan kembali berdiri dengan lengan setinggi bahu.

Utthita Parvakonasana membantu meregangkan pinggul, selangkangan, dan otot paha bagian dalam, sekaligus memperkuat kaki, otot inti, dan tubuh bagian atas.

Pose Jembatan (Setu Bandha Sarvangasana)

Pose jembatan dapat dipraktikkan sebagai postur aktif dan postur restoratif, menjadikannya pembuka jantung dan pembalikan serbaguna dalam yoga. Untuk memulai, berbaring telentang dengan kedua lutut ditekuk dan kaki rata di lantai, jarak pinggul terpisah, dengan pergelangan kaki di bawah lutut atau sedikit ke depan.

Angkat pinggul Anda dari matras dengan menekan kaki Anda dan arahkan jantung Anda ke bahu. Jaga agar bagian belakang leher Anda tetap panjang dengan menyelipkan dagu Anda dengan lembut, dan hindari menoleh saat melakukan pose ini. Untuk versi restoratif, Anda dapat menempatkan balok atau guling di bawah sakrum dan biarkan tubuh Anda rileks sepenuhnya.

Low Lunge (Anjaneyasana)

Low lunge adalah pose yoga yang dapat dipraktikkan sebagai fleksor pinggul yang dalam atau backbend yang lembut, tergantung pada keselarasannya. Untuk melakukan pose ini, mulailah dengan posisi merangkak dan langkahkan satu kaki ke depan matras Anda. Angkat tubuh Anda secara perlahan ke posisi vertikal dan pindahkan berat badan Anda ke pinggul.

Pastikan pusar Anda tetap tertarik ke dalam untuk melindungi punggung bagian bawah. Usahakan agar lutut yang ditekuk sejajar dengan pergelangan kaki di bawahnya. Untuk peregangan fleksor pinggul yang lebih efektif, pertahankan panggul yang netral dan arahkan tulang ekor ke bawah.

Pose Papan (Phalakasana)

Pose papan adalah postur yoga yang membantu membangun kekuatan inti dan meningkatkan propriosepsi. Dimulai dari posisi merangkak, rentangkan jari-jari Anda dan tekan ujung jari dengan kuat untuk melepaskan beban dari pergelangan tangan.

Rentangkan kedua kaki ke belakang dan tanam jari-jari kaki Anda di atas matras. Jaga tubuh Anda tetap dalam garis lurus, dengan bahu di atas pergelangan tangan, dan pastikan punggung bagian atas Anda lebar. Anda bisa meletakkan handuk yang digulung di bawah pergelangan tangan Anda untuk penyangga tambahan. Libatkan otot inti dan tarik pusar ke arah tulang belakang.

Pose Piramida (Parsvottanasana)

Pyramid Pose (Parsvottanasana) yoga asana

Pose piramida adalah peregangan yang menantang yang meningkatkan keseimbangan dan stabilitas. Mulailah dari bagian depan matras Anda dan langkahkan satu kaki ke belakang, pastikan pinggul dan jari-jari kaki belakang menghadap ke depan. Tarik napas untuk memanjangkan tulang belakang Anda, dan hembuskan napas saat Anda melipat kaki depan Anda.

Anda bisa mempraktikkan beberapa variasi lengan dalam pose ini, seperti meletakkan ujung jari Anda di lantai atau balok, meletakkan tangan di pinggul, atau membawa lengan ke belakang dan memegang siku yang berlawanan. Sebagai alternatif, tangan dapat berada dalam posisi doa terbalik untuk memperdalam bukaan bahu.

Prajurit I (Virabhadrasana I)

Warrior I (Virabhadrasana I) yoga pose

Pose Warrior dalam yoga merepresentasikan kekuatan dan stabilitas. Mulailah dari bagian depan matras yoga Anda dan langkahkan satu kaki ke belakang, pastikan jari-jari kaki dan pinggul menghadap ke depan. Tekuk lutut depan sehingga tepat di atas pergelangan kaki. Dengan tubuh vertikal dan pusar tertarik ke dalam, angkat lengan ke atas kepala, jaga agar bahu tetap rileks dan lebar.

Prajurit II (Virabhadrasana II)

Warrior II (Virabhadrasana II) yoga

Tidak seperti Warrior I, di mana pinggul menghadap ke depan, Warrior II melibatkan pembukaan tubuh ke arah samping. Untuk melakukan Warrior II, mulailah dari bagian depan matras yoga Anda dan melangkahlah ke belakang dengan satu kaki. Putar jari-jari kaki ke arah luar, sejajarkan kaki belakang kira-kira sejajar dengan sisi pendek matras. Tekuk lutut depan, pastikan lutut tetap sejajar dengan kaki depan. Jaga agar lutut depan tetap berada tepat di atas pergelangan kaki.

Rentangkan lengan Anda ke samping setinggi bahu sambil memanjangkan jari-jari Anda dan jaga agar bahu tetap rileks. Pertahankan tubuh vertikal dan panggul netral dengan mengangkat dada dan pusar secara perlahan.

Tahan posisi ini selama beberapa kali tarikan napas, fokuskan pandangan Anda pada tangan di depan Anda.

Prajurit Terbalik (Viparita Virabhadrasana)

Reverse Warrior (Viparita Virabhadrasana) yoga

Pose yoga ini adalah variasi dari Warrior II yang memberikan peregangan jantung dan peregangan lateral yang meningkatkan fleksibilitas tulang rusuk. Mulailah dengan posisi Warrior II, lalu putar telapak tangan depan Anda dan panjangkan sisi tubuh Anda.

Saat Anda melengkungkan tubuh ke belakang, tekuk ke samping dan angkat tangan depan ke atas kepala. Tangan belakang dapat bertumpu pada kaki belakang. Ingatlah untuk menjaga lutut depan Anda tetap mengarah ke depan sepanjang pose.

Pose Pohon (Vrksasana)

Tree Pose (Vrksasana) yoga

Untuk pose Pohon, berdirilah pada satu kaki dan menapakkan kaki ke tanah sambil menekuk lutut yang satunya lagi. Buka lutut ke samping dan letakkan telapak kaki pada pergelangan kaki bagian dalam, betis, atau paha kaki yang berdiri, hindari lutut. Pastikan pinggul tetap menghadap ke depan untuk memberikan torsi pada lutut kaki berdiri.

Kedua tangan bisa berada di pinggul, dalam posisi berdoa di depan hati, atau di atas kepala seperti cabang-cabang pohon. Untuk membantu keseimbangan, tataplah satu titik di depan Anda.

Pose keseimbangan memperkuat otot-otot postural dan meningkatkan fokus dan keterpusatan pikiran.

Savasana

yoga Savasana

Tujuan dari Savasana adalah untuk memungkinkan tubuh untuk sepenuhnya melepaskan ketegangan dan stres, dan memasuki kondisi relaksasi yang mendalam.

Savasana, juga dikenal sebagai Pose Mayat, adalah postur yoga yang biasanya dipraktikkan di akhir sesi yoga. Ini adalah posisi relaksasi yang melibatkan berbaring telentang dengan lengan dan kaki terentang dan telapak tangan menghadap ke atas. Tubuh benar-benar rileks, dan pikiran diarahkan pada relaksasi sadar.

Yoga Modern di Barat

Dalam budaya Barat, istilah “yoga” terutama dikaitkan dengan gaya Hatha. Tidak seperti yoga tradisional, yang menekankan spiritualitas ke dalam, Hatha menyoroti postur tubuh, latihan pernapasan, relaksasi, dan kebugaran fisik. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan. Dalam cabang ini, terdapat beberapa gaya yang berbeda seperti Vinyasa dan Yin, masing-masing dengan pendekatan yang berbeda.

Apa yang dimaksud dengan Yogi Modern

Meskipun yoga dulunya hanya diperuntukkan bagi para penyembah dalam komunitas tertutup, saat ini, siapa pun dapat berlatih. Para yogi modern dapat menggabungkan latihan fisik dan spiritual yoga dengan tuntutan kehidupan sehari-hari. Mereka sering mengintegrasikan latihan pagi ke dalam rutinitas mereka dan hidup dengan prinsip-prinsip yoga, atau Yama dan Niyamas.

Latihan tidak terbatas pada pose-pose ekstrim yang ‘layak diunggah di Instagram’ dan postur-postur akrobatik. Menjadi seorang Yogi adalah tentang mewujudkan yoga dalam semua aspek kehidupan: hubungan kita dengan diri sendiri dan orang lain, rutinitas dan kebiasaan kita, pikiran kita, dan pola makan kita. Yoga mengajarkan kita untuk menjalani kehidupan batin yang sejahtera dan damai yang tidak terpengaruh oleh tekanan dari lingkungan luar.

Yoga sebagai sebuah bisnis

Mengejar karir di industri ini dapat menjadi hal yang menyenangkan dan memuaskan bagi mereka yang telah merasakan manfaat yoga yang mengesankan. Menjadi seorang guru dapat menawarkan banyak jalan untuk bekerja, mulai dari mengajar di kelas studio hingga mengadakan retret dan lokakarya.

Banyak yang memilih untuk mengajar secara online saat bepergian, sementara beberapa orang memanfaatkan keterampilan mengajar mereka untuk membantu mereka menjelajah ke seluruh dunia. Ada banyak kesempatan yang tidak terbatas, apakah Anda suka mengajar di resor mewah atau di rumah Anda sendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan perkembangan teknologi, telah terjadi peningkatan dalam sertifikasi Guru Yoga online, terutama karena kenyamanan yang mereka tawarkan. Para siswa dapat menyelesaikan kursus sesuai dengan kecepatan mereka sendiri, dalam waktu dan lokasi mereka sendiri, tanpa perlu bepergian. Hal ini memudahkan para profesional yang bekerja, orang tua, dan orang lain yang memiliki jadwal yang sibuk untuk mengejar tujuan mereka.

Apakah Yoga adalah sebuah Agama?

Bagaimana agama-agama lain memandang praktik ini?

Karena yoga adalah latihan spiritual yang dikembangkan seiring dengan agama Hindu, yoga terkadang disalahartikan sebagai sebuah agama. Alih-alih melihatnya seperti itu, kita dapat menggambarkan yoga sebagai serangkaian alat dan praktik untuk menjalani kehidupan yang lebih spiritual dan penuh perhatian.

Dapatkah orang beragama berlatih yoga?

Bagi mereka yang terbuka untuk mencoba, yoga dapat dengan indah mendukung dan berintegrasi ke dalam praktik keagamaan. Yoga mengundang kita untuk terhubung dengan yang ilahi tanpa memberikan nama atau bentuk tertentu. Saya berkesempatan untuk mengajar siswa dari berbagai latar belakang agama, dan semuanya menegaskan bahwa yoga telah membantu mereka lebih dekat dengan Tuhan mereka dengan memberikan mereka alat baru untuk memperdalam hubungan spiritual mereka dengan yang ilahi.

Kesimpulan

Yoga adalah sebuah latihan yang menawarkan manfaat fisik, mental, dan emosional yang luar biasa bagi para praktisi. Tidak seperti aktivitas fisik lainnya, yoga menyatukan elemen spiritual dan perhatian yang membantu mengatur sistem saraf di atas dan di luar matras.

Selain itu, yoga juga menawarkan manfaat yang dapat diakses oleh semua orang; tanpa memandang usia, jenis kelamin, kondisi fisik, dll… Jika Anda bisa bernapas, Anda bisa melakukan yoga.

Namun, sangat penting untuk memulai perjalanan Anda di bawah bimbingan seorang guru yang kompeten. Hal ini akan mengurangi risiko cedera sekaligus menanamkan rasa hormat terhadap batas kemampuan seseorang. Mengingat praktik-praktik seperti pranayama, mantra, meditasi, dan asana dapat memberikan dampak yang sangat besar pada tubuh dan sistem saraf, penting bagi kita untuk melakukannya secara bertahap dan memperlakukannya dengan serius.